Kementan Jadikan Seyegan Sleman Percontohan Pertanian Modern PM-AAS
Senin, 14 September 2026 08:10:02 M. Digi
Yogyakarta � Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai daerah percontohan penerapan Pertanian Modern�Advanced Agriculture System (PM-AAS). Melalui demonstration area (dem area) di Kelompok Tani Dadi Rukun, Kementan mendorong penerapan budidaya padi berbasis teknologi yang dapat menjadi model pembelajaran sekaligus direplikasi oleh kelompok tani di wilayah lain.
Penerapan PM-AAS di Seyegan diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi di lahan Kelompok Tani Dadi Rukun, Kurahan III, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu (9/9/2026). Seyegan dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan untuk menunjukkan penerapan PM-AAS di tingkat lapangan, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengelolaan tanaman secara presisi hingga penerapan standar smart farming. Model tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi menjadi rujukan bagi penyuluh dan petani dalam mengembangkan pertanian yang lebih modern, efisien, dan produktif.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dengan mengedepankan efisiensi dan produktivitas. Penerapannya perlu didukung teknologi dan pendampingan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.
�PM-AAS merupakan wujud transformasi pertanian modern yang mengedepankan efisiensi dan produktivitas. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, petani dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi, penggunaan sarana produksi yang lebih efisien, serta peningkatan pendapatan usaha tani,� jelas Mentan Amran.
Sejalan dengan arah tersebut, Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Gunawan, mengatakan status dem area Seyegan harus dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran yang dikelola secara serius sehingga penerapannya dapat memberikan dampak lebih luas bagi petani.
�Saya mengarahkan agar dem area seluas 2 hektare di Seyegan ini dikelola secara disiplin dengan standar smart farming. Integrasikan seluruh paket bantuan sarana produksi yang telah diberikan mulai dari benih unggul hingga pemupukan berimbang. Jadikan lokasi ini sebagai laboratorium lapangan terbuka tempat para penyuluh dan petani saling bertukar ilmu dan mereplikasi kesuksesannya,� tegas Gunawan.
Untuk mendukung fungsi Seyegan sebagai dem area PM-AAS, Kelompok Tani Dadi Rukun mendapat dukungan sarana produksi untuk menunjang penerapan budidaya modern. Bantuan tersebut meliputi 140 kilogram benih Inpari 32, 4 ton pupuk organik, 4 liter silika, 300 kilogram pupuk NPK, 150 kilogram urea, serta paket herbisida pra-tumbuh dan pasca-tumbuh.
Direktur Perbenihan Kementan sekaligus Penanggung Jawab LTT DIY, Retno Widowati, mengatakan keberhasilan dem area PM-AAS juga ditentukan oleh kualitas benih dan ketepatan pengelolaan sarana produksi sejak awal pertanaman.
�Akselerasi PM-AAS harus diawali dari jaminan mutu benih di tingkat lapangan. Penggunaan varietas unggul seperti Inpari 32 pada dem area ini harus dikawal ketat agar daya tumbuh dan produktivitasnya maksimal. Saya mengarahkan agar pola tanam presisi modern ini dipadukan dengan manajemen logistik benih yang tepat waktu,� jelas Retno.
Menurut Retno, penguatan hulu perbenihan yang dikombinasikan dengan mekanisasi dan pemupukan presisi menjadi bagian penting dalam penerapan pertanian modern sekaligus mendukung pencapaian target LTT di DIY.
Keberadaan dem area di Seyegan juga didukung keterlibatan penyuluh dan jajaran pertanian daerah. Perwakilan PPL dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman hadir dalam kegiatan tersebut sehingga penerapan PM-AAS di Dadi Rukun dapat menjadi ruang pembelajaran bersama dan memperluas pemahaman mengenai pertanian modern di tingkat petani.
Kelompok Tani Dadi Rukun menyatakan terbuka bagi petugas pertanian maupun kelompok tani dari luar wilayah yang ingin datang dan belajar secara langsung mengenai penerapan PM-AAS. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman beserta jajaran pertanian pusat dan daerah, termasuk perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Dengan demikian, Seyegan diharapkan tidak hanya menjadi lokasi gerakan tanam, tetapi menjadi contoh penerapan pertanian modern yang dapat dipelajari dan dikembangkan di wilayah lain.