KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Mentan Amran Ajak Fakultas Pertanian Unhas Fokus Hilirisasi untuk Perkuat Ekonomi Nasional


Selasa, 2 Juni 2026 23:17:55 M. Digi

 MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak sivitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan hilirisasi sektor pertanian.

 

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

 

“Tolong Fakultas Pertanian fokus ke hilirisasi. Kita harus membangun pohon industri dari setiap komoditas yang kita miliki sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati di dalam negeri,” ujar Mentan Amran saat memberi Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Selasa, 2 Juni 2026.

 

Mentan Amran mencontohkan besarnya potensi hilirisasi kelapa di Maluku Utara. Menurutnya, nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan produk turunan kelapa sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.

 

“Air kelapa saja nilainya bisa mencapai ribuan triliun rupiah. Itu baru dari air kelapanya, belum dari daging buah dan produk turunannya yang lain,” katanya.

 

Selain kelapa, Mentan Amran juga menyoroti komoditas kelapa sawit yang selama ini menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dunia. Indonesia, kata dia, menguasai sekitar 58 persen pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) global.

 

Menurut Mentan Amran, dominasi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri hilir nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan berbasis sawit. Salah satunya melalui pengolahan CPO menjadi bahan bakar yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

 

“Kita menguasai pasar dunia untuk CPO. Jika ini terus kita hilirisasi menjadi energi dan produk turunannya, Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi yang sangat besar,” katanya.

 

Mentan Amran menilai hilirisasi bukan hanya soal peningkatan nilai ekonomi tetapi juga strategi untuk memperkuat kedaulatan bangsa. Karena itu, ia mengajak kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mempercepat transformasi sektor pertanian berbasis inovasi.

 

“Ini saatnya kita berbakti kepada bangsa dan negara. Potensi yang kita miliki sangat besar. Tugas kita adalah mengelolanya dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” jelasnya.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset