KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

HKTI Optimistis Produksi Padi Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Iklim 2026


Kamis, 5 Februari 2026 17:17:05 M. Digi

BANDUNG - Menjelang panen raya 2026, Dewan Pakar DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja, menyatakan optimisme bahwa produksi padi nasional pada 2026 tetap terjaga di tengah dinamika iklim yang masih berpotensi memicu curah hujan tinggi di sejumlah wilayah pertanian.
 
Entang menegaskan, tantangan iklim tidak serta-merta menjadi penghambat produksi. Justru, berbagai program Kementerian Pertanian yang fokus pada peningkatan produksi dinilai telah berada di jalur yang tepat dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
 
“Saya yakin petani tetap mampu berproduksi dengan baik meskipun terjadi hujan ekstrem. Pemerintah secara serius membangun optimisme petani melalui berbagai program yang nyata dan terukur,” ujar Entang, Rabu, 4 Februari 2026.
 
Menurutnya, kesiapan produksi dan penyerapan gabah pada musim panen 2026 ditopang oleh distribusi benih unggul, penambahan alokasi pupuk subsidi, serta dukungan sarana pengelolaan air seperti sistem pompanisasi yang membantu mengatur lalu lintas air di lahan pertanian.
 
“HKTI mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempersiapkan musim tanam para petani. Persiapan tanam adalah fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan produksi padi nasional,” tegasnya.
 
Entang menilai, keberhasilan peningkatan produksi padi nasional sepanjang 2025 menjadi bukti konkret bahwa kerja bersama antara pemerintah dan petani membuahkan hasil positif. Persiapan tanam yang matang pada periode sebelumnya dinilai menjadi kunci agar capaian tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat pada 2026.
 
“Petani harus tetap optimistis dan menjaga semangat. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang benar dan sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada beras yang berkelanjutan,” katanya.
 
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), potensi luas panen Januari-Maret 2026 memiliki peningkatan yang cukup siginifikan, diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare, atau meningkat sebesar 15,32 persen dibandingkan Jan-Mar 2025 yang hanya 0,42 juta hektare untuk bulan Januari, 0,76 juta hektare untuk Februari dan 1,67 juta hektare untuk Maret.
 
Dari sisi produksi, sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara produksi padi tercatat sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen secara tahunan.
 
Capaian tersebut, lanjut Entang, sejalan dengan proyeksi lembaga internasional seperti FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton.
 
“Lonjakan produksi ini menunjukkan bahwa produktivitas, perluasan luas panen, serta kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi modal kuat menghadapi musim tanam berikutnya, termasuk awal 2026 yang masih menjanjikan,” ujarnya.
 
HKTI juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, khususnya dalam memastikan kesiapan tanam petani di tengah dinamika iklim. Pendampingan lapangan, kemudahan akses sarana produksi, serta kepastian distribusi input pertanian dinilai penting agar petani dapat bekerja dengan tenang dan produktif.
 
“Indonesia sudah membuktikan mampu menggenjot produksi. Tantangan ke depan adalah menjaga dan melestarikan capaian ini agar swasembada beras tidak hanya menjadi prestasi sesaat, tetapi berkelanjutan. Ini pekerjaan besar yang harus dijalankan dengan kehormatan dan tanggung jawab,” pungkas Entang.
 
HKTI optimistis, dengan persiapan tanam yang matang dan dukungan kebijakan yang konsisten, sektor pertanian nasional akan tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh daerah.
 
“Harus optimistis, karena apa yang dibangun hari ini bisa menjadi percontohan bagi masa tanam berikutnya,” tutupnya.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset