KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Mentan Amran Gerak Cepat Selamatkan Peternak Rakyat, Tahan Kenaikan Harga Pakan dan Genjot Penyerapan Telur


Selasa, 4 Agustus 2026 15:48:35 M. Digi

Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat mengambil langkah penyelamatan bagi peternak ayam petelur yang tengah terpukul akibat harga telur berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Melalui rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Bulog, koperasi peternak, industri pakan, dan pelaku usaha di Kantor Pusat Kementan, Senin (3/8).

Pertemuan ini menyepakati sejumlah langkah konkret untuk mengangkat kembali harga telur sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Kesepakatan tersebut meliputi penundaan kenaikan harga pakan, peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai HAP, percepatan distribusi jagung melalui program SPHP, serta penguatan pengawasan terhadap praktik perdagangan telur yang merugikan peternak.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat terus merugi akibat harga telur yang berada di bawah harga acuan.

�Selama di tangan saya, persoalan peternak harus selesai. Pemerintah berpihak kepada peternak kecil," tegas Mentan Amran melalui sambungan telepon dalam rapat tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Mentan Amran akan menyurati Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pembelian telur dari peternak di wilayah masing-masing sesuai HAP. Pemerintah juga akan mengusulkan penyerapan telur melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai instrumen stabilisasi harga.

Mentan Amran juga memerintahkan pengawasan terhadap perdagangan telur diperketat. Pelaku usaha yang membeli maupun menjual telur jauh di bawah harga acuan akan diperiksa bersama Satgas Pangan.

�CPP akan kami dorong melalui Kemenko Pangan. Siapa pun yang membeli atau menjual telur jauh di bawah harga acuan akan kami periksa. Satgas Pangan sudah saya perintahkan untuk bertindak," tegasnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah mengambil langkah dari sisi produksi maupun permintaan agar harga telur segera kembali normal.

�Ada dua hal yang kita sepakati. Dari sisi produksi dilakukan pengaturan agar pasokan sesuai kebutuhan pasar. Dari sisi permintaan, penyerapan telur akan diperkuat, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis sesuai arahan Kepala BGN agar SPPG membeli telur berdasarkan Harga Acuan Pembelian," ujar Agung.

Selain itu, Satgas Pangan diminta meningkatkan pengawasan terhadap broker maupun pembeli yang membeli telur jauh di bawah harga pokok produksi sehingga merugikan peternak.

Di sisi lain, industri pakan menyatakan komitmennya menunda kenaikan harga pakan meski biaya produksi masih dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan baku impor.

�Feedmill sepakat menahan kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur. Ini bentuk dukungan agar usaha peternak rakyat tetap berlanjut," kata Agung.

Pemerintah juga mempercepat distribusi jagung SPHP untuk membantu menekan biaya produksi peternak.

�Arahan Bapak Menteri, penyaluran jagung SPHP harus dipercepat karena realisasinya masih sekitar separuh dari alokasi. Jagung harus segera diterima peternak mikro dan kecil," ujarnya.

Perwakilan Satgas Pangan Polri, Kombes Pol. Lambe Patabang Birana, memastikan pihaknya akan mengawal stabilisasi pasar melalui pemantauan harga dan stok, penguatan distribusi, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang memicu gejolak harga.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengapresiasi langkah cepat Mentan Amran yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi bersama.

�Mulai hari ini disepakati tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kami berharap penyaluran jagung SPHP juga diperpanjang agar semakin banyak peternak rakyat yang terbantu," ujarnya.

Melalui langkah cepat tersebut, Kementan menargetkan harga telur segera kembali ke tingkat yang sehat, biaya produksi tetap terkendali, serta keberlanjutan usaha peternak rakyat semakin kuat sekaligus menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset