KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Dari Forum FAO Brunei: Indonesia Serukan Sinergi Global Hadapi Tantangan Pangan Dunia


Sabtu, 25 April 2026 14:49:03 M. Digi

 Bandar Seri Begawan – Pemerintah Indonesia menegaskan posisi strategisnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan global dengan mendorong kolaborasi regional yang lebih konkret dan terintegrasi di kawasan Asia Pasifik.

 

Komitmen ini disampaikan dalam Sidang ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC 38) yang berlangsung pada 20–24 April 2026. Forum tersebut menjadi panggung penting bagi negara-negara untuk merumuskan langkah kolektif menghadapi tekanan global terhadap sektor pangan.

 

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil yang hadir mewakili Mentan menyoroti peran penting subsektor perkebunan sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi kawasan.

 

“Perkebunan menjadi tulang punggung bagi jutaan pekebun dan berkontribusi besar terhadap devisa negara. Dengan kolaborasi regional, transfer inovasi dan teknologi bisa dipercepat, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan sektor semakin terjaga,” ujarnya (23/04/2026).

 

Menurutnya, Indonesia juga mendorong penguatan kolaborasi di tingkat subregional agar implementasi program lebih efektif dan tepat sasaran. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan kapasitas antarnegara sekaligus mempercepat adopsi praktik terbaik di sektor pertanian.

 

Sebagai informasi, Food and Agriculture Organization (FAO) melalui APRC merupakan forum strategis yang mempertemukan negara anggota guna merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pangan dan pertanian di kawasan.

 

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini menegaskan peran strategisnya dalam mendorong transformasi sistem pangan global di tengah dinamika dunia yang terus berubah, sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, tantangan pangan tidak lagi bersifat lokal, melainkan lintas negara dan semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, gejolak geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok.

 

“Tidak ada satu negara pun yang bisa berdiri sendiri menghadapi tantangan ini. Kolaborasi regional adalah kunci untuk menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan produktivitas, dan memastikan akses pangan tetap terjaga,” tegasnya.

 

Ia menekankan, kerja sama antarnegara harus bergerak lebih maju, tidak hanya sebatas forum, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata seperti pertukaran teknologi, penguatan riset bersama, hingga skema pembiayaan inovatif untuk sektor pertanian.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset