KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Gencarkan Pengembangan Hortikultura Lahan Kering untuk Antisipasi El Nino


Jumat, 24 April 2026 15:58:05 M. Digi

 Enrekang — Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan program pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah antisipatif menghadapi El Nino. Upaya ini diwujudkan melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan produksi, teknologi, dan kelembagaan petani.

 
Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, terutama di wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air. Melalui HDDAP, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong pengembangan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.
 
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menyampaikan bahwa program HDDAP di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan di 10 kecamatan dengan fokus pengembangan komoditas unggulan hortikultura, yakni bawang merah sebanyak 13 klaster dan kentang sebanyak 4 klaster. Komoditas bawang merah sendiri menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.
 
Freddy menekankan bahwa keberhasilan pengembangan hortikultura di lahan kering sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
 
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura. Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern,” kata Freddy dalam audiensi dan rapat koordinasi di Enrekang, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026) lalu.
 
Ia menambahkan bahwa program HDDAP diarahkan untuk mendorong petani naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebagai pusat pengelolaan agribisnis terpadu, mulai dari budi daya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas.
 
Dalam pelaksanaannya, HDDAP telah mencatat progres signifikan, antara lain verifikasi dan validasi CPCL bawang merah yang telah mencapai 95 persen dan kentang 100 persen. Selain itu, penyusunan dokumen perencanaan kawasan (Horticulture Cluster Development Plan/HCDP) terus dipercepat untuk memastikan implementasi kegiatan berjalan tanpa jeda.
 
Berbagai tantangan khas lahan kering turut diantisipasi, seperti keterbatasan sumber air, ketergantungan pada musim hujan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga. Untuk itu, intervensi yang disiapkan meliputi pengembangan irigasi berbasis pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.
 
Selain menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pengembangan hortikultura lahan kering ini juga membuka peluang pasar ekspor. Bawang merah asal Enrekang disebut memiliki potensi menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, dengan catatan penguatan konsistensi produksi dan pemasaran.
 
Secara sosial, program ini juga memberikan dampak positif melalui penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut. Ia menjelaskan bahwa fenomena El Nino harus diantisipasi dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
 
“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
 
Dari sisi petani, program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah dan kentang. Anggota Kelompok Tani Santabi, Kadirbali, menyambut positif implementasi program HDDAP yang dinilai memberikan harapan baru bagi petani. Tim Ditjen Hortikultura yang ditugaskan di Enrekang juga sangat optimis sebagaimana tagline mereka "Keluarga HDDAP Enrekang Gas Poll".
 
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan seperti pompanisasi, benih, serta sarana produksi lainnya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas lahan kering,” ungkap Kadirbali.
 
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa percepatan implementasi HDDAP pada tahun 2026 menjadi prioritas utama dengan prinsip tidak boleh ada kekosongan kegiatan di lapangan. Penguatan kelembagaan petani, dukungan infrastruktur air, serta integrasi hulu-hilir menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hortikultura di lahan kering.
 
Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa berbagai strategi dilakukan untuk mengantisipasi ancaman El Nino. Sektor pertanian diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
 
”Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Dengan kerja cepat dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia akan tetap tangguh demi menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Mentan Amran.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset