Libatkan Ansor Jateng, Wamentan Sudaryono Perkuat Gerakan Pemuda di Sektor Pertanian
Senin, 16 Maret 2026 14:17:44 M. Digi
Jawa Tengah - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menggandeng Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah untuk berperan aktif dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan bersama jajaran GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat langsung dalam berbagai program strategis Kementerian Pertanian.
“Saya ingin GP Ansor Jawa Tengah ikut aktif menyukseskan program swasembada pangan Presiden. Ada beberapa program yang bisa dimanfaatkan langsung oleh kader-kader Ansor,” ujar Wamentan Sudaryono saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama GP Ansor Jateng di Semarang (16/03/2026).
Salah satu program yang ditawarkan adalah Brigade Pangan, yakni pengelolaan lahan pertanian seluas sekitar 200 hektare yang dikelola oleh satu kelompok beranggotakan 15 orang. Kelompok tersebut akan mendapatkan dukungan penuh berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai mencapai sekitar Rp3 miliar.
“Brigade Pangan ini lengkap dengan mekanisasinya. Nilainya sekitar Rp3 miliar dan diberikan gratis. Saya mengundang GP Ansor Jawa Tengah untuk membentuk minimal satu atau dua brigade. Silakan siapkan lahannya, nanti kita dukung dengan alsintan,” jelasnya.
Menurut Wamentan Sudaryono, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para pemuda yang terlibat dalam pengelolaannya.
Selain Brigade Pangan, Wamentan Sudaryono juga membuka peluang dukungan mekanisasi pertanian di daerah-daerah lumbung pangan di Jawa Tengah seperti Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Demak. Kebutuhan alat seperti traktor maupun peralatan pertanian modern lainnya dapat diajukan oleh kader-kader GP Ansor untuk mendukung produktivitas pertanian di daerah.
Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono menyampaikan bahwa pemerintah juga tengah mendorong penguatan sektor perkebunan dan hortikultura melalui program peremajaan komoditas dengan alokasi anggaran mencapai Rp9,9 triliun. Program ini mencakup berbagai komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, lada, dan pala.
“Silakan dipilih komoditas yang cocok dan punya lahannya. Laporkan melalui pengurus Ansor, nanti bibitnya kita siapkan gratis. Mau seratus hektare, seribu hektare, semuanya bisa kita dukung,” ujarnya.
Ia berharap GP Ansor dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan dan mengawal berbagai program pertanian hingga ke tingkat masyarakat. Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan sangat penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Saya berharap GP Ansor bisa menjadi mata, telinga, dan penyambung lidah pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan program-program pertanian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Ansor selama ini juga telah menjalankan berbagai program yang berfokus pada pelayanan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi kader dan ketahanan pangan.
Shidqon menjelaskan bahwa kader Ansor Jawa Tengah telah menjalankan sejumlah program ekonomi produktif, termasuk pengembangan pertanian melalui penanaman komoditas hortikultura seperti alpukat di wilayah Boyolali. Selain itu, Ansor juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, mitigasi bencana, hingga pelayanan masyarakat melalui berbagai lembaga yang dimiliki organisasi.
Ia menegaskan bahwa GP Ansor Jawa Tengah siap bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi kader di berbagai daerah.
“Ansor memiliki komitmen sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk dengan Kementerian Pertanian, untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Shidqon.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan peran pemuda dalam sektor pertanian semakin kuat, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.