KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

“Daulat Pangan Petani Sejahtera”

Cari


Daftar Berita

Di Era 4.0, Penyuluh Pertanian Wajib Tingkatkan Kemampuan IT

Era industri 4.0 tentunya tidak bisa terhindarkan lagi. Untuk itu diperlukan kesiapan sumberdaya manusia yang dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini. Bagaimana penyuluh menghadapai era tersebut?

Swasembada Gula Putih di Depan Mata

Dorongan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap investor di bidang gula untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target memenuhi kebutuhan gula konsumsi, gula industri dan swasembada gula.

Kementan Kembangkan Budidaya Gandum Lokal Eksotis di Indonesia Timur

Kementerian Pertanian (Kementan) melirik pengembangan budidaya tanaman gandum di Indonesia Timur khususnya wilayah NTT dan Papua. Pengembangan komoditas ini penting guna meningkatkan dalam negeri yang masih kurang dan juga karena semakin meningkatnya tren masyarakat masa kini untuk mengkonsumsi aneka roti dan mie, maka kebutuhan tepung nasional juga meningkat.

Indonesia Mampu Penuhi Protein Hewani Dalam Negeri

Kementerian Pertanian terus mendorong pemenuhan protein hewani bagi masyarakat dengan produksi dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan produksi ternak serta memberikan ragam pilihan protein hewani bagi masyarakat.

Terbuka, Pasar Ekspor Rempah dan Sarang Burung Walet ke AS

Adanya tren industri pangan, obat dan kosmetika organik di Amerika Serikat saat ini, menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk melebarkan pangsa pasar bagi produk pertaniannya. Indonesia memiliki potensi besar rempah dan produk organik, karenanya Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong ekpor ke berbagai negara.

Undangan Pra-Aanwijzing Katalog Elektronik Sektoral Pestisida, Rodentisida, Herbisida dan Pupuk Tanaman Pangan

Undangan Pra-Aanwijzing Katalog Elektronik Sektoral Pestisida, Rodentisida, Herbisida dan Pupuk Tanaman Pangan

Produk Olahan Daun Gambir Sumut Terus Meroket di Pasar Asia

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mensertifikasi 54 ton pelet yang merupakan produk olahan daun gambir asal Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut) senilai 1,9 milyar ke India melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara (11/9).

Peserta yang Lulus Seleksi Tahap Kedua JPT Pratama Nomor 3535/KP.290/A/09/2019

Peserta yang Lulus Seleksi Tahap Kedua JPT Pratama Nomor 3535/KP.290/A/09/2019